• AddressJl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Iringmulyo
  • Email
  • Contact(0725) 42445-42

PENGUATAN MANAJEMEN KOLABORATIF DAN SPIRITUALITAS KERJA MELALUI KONSEP “DUIT” DI FEB UM METRO

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Paguyuban Dosen dan Staf, Rabu (7/5), sebagai bentuk nyata dari upaya memperkuat manajemen kolaboratif dan spiritualitas kerja di lingkungan kampus. Bertempat di aula FEB UM Metro, acara ini berlangsung penuh kehangatan, reflektif, dan sarat makna.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FEB UM Metro, yang menegaskan pentingnya memperkuat budaya sinergi dan kerja sama yang sehat di antara seluruh elemen fakultas. "Kekompakan tim, rasa saling percaya, dan semangat kebersamaan harus terus kita rawat. Dalam lingkungan kerja yang harmonis dan bernuansa Islami, produktivitas akan tumbuh secara berkelanjutan," ujar beliau.

Kegiatan ini menjadi lebih spesial karena dirangkaikan dengan pelepasan dua sivitas akademika FEB UM Metro yang akan menunaikan ibadah haji, yakni Bapak Ratmono, SE., MM. dan Dr. Deny Edy Widodo, SE., MM.. Dalam sesi penghormatan tersebut, pihak fakultas menyampaikan apresiasi atas dedikasi keduanya dalam dunia akademik dan berharap keberangkatan ini menjadi keberkahan untuk pribadi, keluarga, dan institusi.

"Keberangkatan beliau berdua adalah momen yang membanggakan bagi kita semua. Semoga menjadi haji yang mabrur dan membawa semangat spiritual yang makin menguatkan langkah kita di kampus ini," ungkap salah satu perwakilan dosen dalam sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan kultum inspiratif yang disampaikan oleh Ust. Hariyanto, M.Sos.I, Kaprodi dan Dosen KPI FAI UM Metro sekaligus pembina rohani kampus. Dalam tausiyahnya, beliau memperkenalkan konsep “DUIT” yang merupakan singkatan dari Doa, Usaha, Istiqomah, dan Taqwa — sebagai formula sederhana namun mendalam untuk meraih keberhasilan hidup dunia dan akhirat.

“DUIT yang saya maksud bukan uang, tapi bekal hidup yang harus kita kumpulkan setiap hari. Doa sebagai penguat jiwa, usaha sebagai bentuk kerja nyata, istiqomah sebagai penopang keberlanjutan, dan taqwa sebagai fondasi dari segala amal,” terang Ust. Hariyanto.

Dalam penjelasannya, Ust. Hariyanto menguraikan satu per satu nilai yang terkandung dalam konsep DUIT:

  • Doa adalah awal dari setiap ikhtiar. Ia mengingatkan bahwa dalam manajemen kehidupan, perencanaan terbaik tetap harus disandarkan pada petunjuk dan ridha Allah SWT.
  • Usaha mencerminkan pentingnya kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dalam setiap tanggung jawab. Tidak hanya sebagai dosen atau staf, tetapi juga sebagai bagian dari tim yang saling melengkapi.
  • Istiqomah adalah kunci keberlangsungan. Keberhasilan tidak dicapai dengan satu-dua langkah, tetapi dengan konsistensi dalam kebaikan, termasuk dalam menjaga kualitas kerja dan pelayanan akademik.
  • Taqwa merupakan landasan etis dan spiritual dari seluruh aktivitas. Dosen dan staf diajak menjadikan setiap tugas sebagai ladang ibadah, bukan sekadar rutinitas administratif.

Konsep DUIT tidak hanya relevan dalam konteks pribadi, tetapi juga dalam pengelolaan organisasi. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam membangun budaya kerja kolaboratif, etis, dan berorientasi jangka panjang di lingkungan FEB UM Metro.

Acara ditutup dengan doa bersama dan makan siang kebersamaan, yang mempererat silaturahmi serta memperkuat rasa kekeluargaan antar dosen dan tenaga kependidikan. Tawa, cerita, dan canda menjadi warna dari kegiatan ini, menegaskan bahwa kerja tim yang kuat dibangun tidak hanya dari koordinasi struktural, tetapi juga dari kedekatan emosional dan nilai spiritual yang sama.

Kegiatan paguyuban ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana manajemen kolaboratif dapat berjalan seiring dengan penguatan spiritualitas, menciptakan atmosfer kerja yang sehat, produktif, dan diberkahi Allah SWT.