LEBIH DARI SEKADAR KKN: MAHASISWA MANAJEMEN FEB UM METRO MENJADI TIM INISIASI UMKM KREATIF BATIK DESA

Kota Metro, 19 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro kembali menunjukkan kiprahnya dalam ranah pengabdian masyarakat dengan mengirimkan delegasi mahasiswa pada Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah – Aisyiyah (KKN MAS) Tahun 2025. Tahun ini, kegiatan nasional tersebut dipusatkan di Provinsi Riau Kabupaten Siak dengan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sebagai tuan rumah penyelenggara.
KKN MAS merupakan agenda strategis yang digelar secara rutin oleh Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah di berbagai daerah Indonesia. Program ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) untuk terjun langsung ke tengah masyarakat, mengaplikasikan ilmu pengetahuan, dan menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan desa. Kehadirannya bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan momentum penting dalam membangun kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Salah satu kisah menarik datang dari Salman Amar Raif, mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro). Salman ditempatkan di Desa Pangkalan Makmur, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau bersama kelompok KKN MAS lainnya sejak 31 Juli hingga 10 September 2025. Selama lebih dari satu bulan, ia bersama tim tidak hanya menjalankan program-program desa, tetapi juga berhasil menghadirkan ide besar yang berpotensi mengubah masa depan Pangkalan Makmur: lahirnya Branding batik khas desa.
Kehadiran mahasiswa UM Metro di KKN MAS kali ini bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan penginisiasi gerakan UMKM kreatif berbasis budaya lokal. Salman menjadi pencetus ide Branding Batik Pangkalan Makmur yang ke depan diharapkan dapat menjadi produk unggulan desa sekaligus sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
“Saya bersyukur dapat berkontribusi melalui ide batik khas Pangkalan Makmur. Semoga langkah ini menjadi awal tumbuhnya UMKM kreatif di desa dan membawa nama Pangkalan Makmur lebih dikenal luas,” ungkap Salman.
Selain gagasan batik, kelompok KKN juga menyusun dan melaksanakan berbagai program nyata, di antaranya:
- Penyusunan Denah Tata Letak Desa
Membantu pemerintah desa dalam memetakan potensi dan fasilitas desa agar perencanaan pembangunan ke depan lebih terarah dan berbasis data lapangan.
- Penyuluhan Bahaya Judi Online & Literasi Keuangan
Memberikan edukasi kepada remaja SMA tentang dampak buruk judi online sekaligus membekali pemahaman literasi keuangan agar generasi muda memiliki pola pikir ekonomi yang sehat.
- Kegiatan Sosial Masyarakat
Berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80 melalui lomba-lomba desa serta menghadirkan PhotoBooth kreatif sebagai daya tarik tambahan bagi warga.
Namun, pengalaman Salman tidak hanya berhenti pada pelaksanaan program. Ia menuturkan bahwa momen kebersamaan dengan masyarakat desa menjadi pengalaman emosional yang tak ternilai.
“Kehadiran kelompok KKN kami di Pangkalan Makmur bukan hanya dianggap sebagai pelaksana program, tetapi benar-benar dirasakan dan dicintai oleh warga. Bahkan saat tiba waktunya berpamitan, suasana perpisahan diwarnai tangis haru dari masyarakat yang sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri,” kenang Salman dengan penuh rasa haru.
KKN MAS tahun ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai PTMA se-Indonesia. Program ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberi solusi, menginspirasi, dan membangun bersama.
Kisah Salman Amar Raif dari UM Metro di Desa Pangkalan Makmur hanyalah satu dari sekian banyak cerita inspiratif KKN MAS 2025. Namun, gagasan batik yang ia cetuskan menjadi bukti bahwa KKN MAS bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan nyata yang mampu melahirkan UMKM kreatif berbasis budaya, memberi warna baru, sekaligus memperkuat identitas desa.