IHSG Turun 2 Persen sejak Awal Januari 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan sekitar 2 persen sejak hari pertama perdagangan di 2025. Pada awal Januari posisi IHSG berada di kisaran 7.164, namun pada Senin (13/1/2025) menutup di level 7.016.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh keluarnya modal asing dari pasar reguler Indonesia dengan nilai bersih lebih dari Rp 1 triliun selama periode tersebut.
Menurut analis pasar modal Hendra Wardana dari Stocknow.id, pelemahan ini terjadi karena minimnya sentimen positif domestik serta dampak eksternal, terutama sikap The Federal Reserve (The Fed) yang menyatakan bahwa suku bunga tidak akan diturunkan bulan ini.
Meski demikian, terdapat sinyal optimisme bahwa kondisi ini tidak akan berlangsung lama karena beberapa faktor pendukung di pasar modal. Pertama, sejumlah emiten baru tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT). Total emiten baru sejak awal tahun mencapai delapan dengan dana yang dihimpun sekitar Rp 3,6 triliun.
Kedua, analis dari PT Indo Premier Securities, David Kurniawan, menyebut bahwa aksi penjualan efek oleh investor asing mulai melandai pada minggu kedua awal tahun 2025 sesuai pola musiman bahwa IHSG cenderung bergerak positif di bulan Januari.
Di antara katalis yang menjadi perhatian adalah pembagian dividen oleh emiten perbankan yang bisa menarik investor asing kembali ke pasar saham Indonesia. Namun David juga mengingatkan bahwa pertemuan rutin Federal Open Market Committee (FOMC) akan menjadi sorotan investor karena setiap keputusan akan memengaruhi pasar keuangan global, nilai tukar dolar, dan strategi investasi.
Source: https://www.kompas.id/artikel/ihsg-turun-2-persen-sejak-awal-januari-2025