DEFLASI BERUNTUN 5 BULAN: DAYA BELI MASYARAKAT MELEMAH, UMKM TERPURUK

Jakarta, 4 Oktober 2024 – Indonesia mengalami deflasi selama lima bulan berturut-turut, dari Mei hingga September 2024. Fenomena ini menjadi tanda serius bahwa daya beli masyarakat, khususnya kelas pekerja, terus melemah.
Ekonom Bright Institute, Muhammad Andri Perdana, menilai situasi ini menunjukkan jelas bahwa masyarakat kelas pekerja sudah tidak memiliki cukup uang untuk berbelanja. Padahal, Bank Indonesia sebelumnya mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi agar pertumbuhan ekonomi bisa menembus di atas 5%.
“Permintaan agar masyarakat lebih banyak belanja sulit terwujud, karena hampir semua sektor industri justru melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK),” jelas Andri. Menurutnya, gelombang PHK tersebut secara langsung menekan daya beli dan memperburuk kondisi ekonomi domestik.
Dampak lemahnya daya beli juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya adalah Eli Kamilah, pemilik kedai kopi di Desa Sukamandijaya, Subang, Jawa Barat. Ia mengaku usahanya sepi pelanggan dalam beberapa pekan terakhir.
“Pernah yang beli cuma lima orang, padahal biasanya bangku selalu penuh,” ungkap Eli kepada BBC News Indonesia.
Kondisi ini memunculkan desakan agar pemerintah mendatang segera mengambil langkah cepat. Presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, diharapkan memiliki strategi konkret untuk mengatasi lemahnya daya beli masyarakat serta memberikan solusi nyata bagi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Sources: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c9wkd982krvo