BI PROYEKSIKAN EKONOMI INDONESIA TUMBUH 4,7–5,5 PERSEN DI 2024, MENINGKAT PADA 2025

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan perekonomian nasional sepanjang 2024 tetap tumbuh solid di kisaran 4,7–5,5 persen, dengan prospek peningkatan pada 2025. Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Oktober 2024 di Jakarta, Rabu.
“Ekonomi Indonesia tetap tumbuh baik dan perlu terus didorong agar lebih tinggi,” ujar Perry.
Menurut Perry, ke depan BI akan memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan, bersinergi dengan stimulus fiskal pemerintah. Dari sisi penawaran, kebijakan reformasi struktural akan diperkuat untuk mendorong sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja. Upaya tersebut juga ditopang oleh optimalisasi kebijakan makroprudensial serta akselerasi digitalisasi sistem pembayaran.
Pertumbuhan Triwulan III-2024
BI mencatat, pertumbuhan pada triwulan III-2024 ditopang oleh permintaan domestik. Investasi tetap kuat, khususnya pada sektor bangunan yang didorong oleh penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Konsumsi rumah tangga, terutama kelas menengah ke atas, juga terjaga. Sementara itu, ekspor nonmigas masih mencatat pertumbuhan positif meski ekonomi global melambat dan harga komoditas turun.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ditopang oleh industri pengolahan, konstruksi, serta perdagangan besar dan eceran. Secara spasial, kinerja ekonomi terjaga di seluruh wilayah Indonesia.
Prospek Akhir Tahun
Untuk triwulan IV-2024, BI memperkirakan ekonomi tetap tumbuh baik, ditopang oleh kenaikan investasi, konsumsi rumah tangga, serta peningkatan belanja pemerintah menjelang akhir tahun. Perry menegaskan, kombinasi kebijakan fiskal pemerintah dan bauran kebijakan moneter BI akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.