Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Iringmulyo
CONTACT
(0725) 42445-42
Jadwal Sholat Kota Metro
Memuat...
PENMARU
Manajemen
Kabar Terbaru

Berita

Milad Muhammadiyah ke-113 & UM Metro ke-59
18
November 2025
Milad Muhammadiyah ke-113 & UM Metro ke-59
November 2025

Prodi Manajemen - Dirilis dari Laman web https://muhammadiyah.or.id/ terkait dengan edaran mengenai Tuntunan Penyelenggaraan Milad Muhammadiyah ke-113.  EDARAN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH NOMOR 4/EDR/I.0/B/2025 TENTANG TUNTUNAN PENYELENGGARAAN MILAD KE-113 MUHAMMADIYAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini menyampaikan bahwa pada tanggal 18 November 2025 M Muhammadiyah genap berusia 113 tahun (dihitung dari kelahirannya pada tanggal 18 November 1912 M). Sehubungan dengan hal itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan Edaran tentang Tuntunan Penyelenggaraan Milad ke-113 Muhammadiyah kepada Pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan, Organisasi Otonom (Ortom), Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM),  dan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) sebagai berikut: Tema dan Logo Milad ke-113 Muhammadiyah sebagai berikut: 2 Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah diselenggarakan secara terencana, tertib, khidmat, dan efisien dengan tetap menampilkan syiar serta membawa pesan yang penting sesuai dengan prinsip dan misi gerakan Muhammadiyah. 3. Jenis kegiatan dan teknis pelaksanaan peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah diserahkan kepada masing-masing Pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan, termasuk Ortom, PCIM, AUM, dan BUMM sesuai kemampuan, situasi, dan kondisi dengan tetap memperhatikan misi gerakan Muhammadiyah. 4. Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat pusat akan diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 18 November 2025 di Universitas Muhammadiyah Bandung. Seluruh Pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan, termasuk Ortom, PCIM, AUM, dan BUMM dapat mengikuti kegiatan Resepsi Milad tersebut melalui YouTube Muhammadiyah Channel. 5. Penyelenggaraan Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat di bawahnya dilaksanakan pada waktu yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi dengan pokok acara sebagai berikut: a. Pembukaan b. Pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an c. Lagu Indonesia Raya dan Lagu Sang Surya d. Sambutan e. Pidato Milad f. Penutupan 6. Seluruh Pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan, termasuk Ortom, PCIM, AUM, dan BUMM dalam membuat syiar dan publikasi sesuai dengan tema dan logo Milad ke-113 Muhammadiyah. 7. Seluruh Pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan, termasuk Ortom, PCIM, AUM, dan BUMM agar menyebarluaskan Edaran Pimpinan Pusat tentang Tuntunan Penyelenggaraan Milad ke-113 Muhammadiyah ini di lingkungan masing-masing.  

Prodi S1 Manajemen FEB UM Metro Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Re-Akreditasi
29
Oktober 2025
Prodi S1 Manajemen FEB UM Metro Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Re-Akreditasi
Oktober 2025

Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Metro mengadakan rapat koordinasi persiapan Re-Akreditasi pada Rabu (29/10/2025) bertempat di Ruang Rapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Rapat ini dihadiri oleh Dekan FEB, Kaprodi S1 Manajemen, Tim LPPM, para dosen tetap, serta Personil penjaminan mutu fakultas. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mempersiapkan seluruh dokumen dan bukti pendukung untuk proses Re-Akreditasi Program Studi S1 Manajemen yang akan diajukan ke LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi).   Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menekankan bahwa Re-Akreditasi bukan hanya formalitas administratif, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan refleksi terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan FEB UM Metro. “Re-Akreditasi adalah momentum penting untuk memastikan seluruh proses akademik, penelitian, pengabdian, dan tata kelola Prodi benar-benar sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi. Kita harus bekerja secara sistematis, kompak, dan terukur agar hasilnya optimal,” ujar Dekan FEB dalam arahannya. Sementara itu, Nani Septiana, SE, MM. Kaprodi S1 Manajemen menyampaikan bahwa rapat ini membahas secara mendalam pembagian tugas tim penyusun borang dan penanggung jawab setiap kriteria akreditasi. “Kita sudah menyusun timeline kerja. Target kami, seluruh dokumen LED (Laporan Evaluasi Diri), LKPS (Laporan Kinerja Program Studi), serta bukti dukung telah rampung dan siap unggah paling lambat pada bulan Mei 2026,” jelas Kaprodi. Rapat ini juga menyoroti beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian khusus, antara lain: Peningkatan mutu pembelajaran dan implementasi OBE (Outcome Based Education) di setiap mata kuliah. Penguatan data tracer study dan capaian kinerja alumni. Kelengkapan data kinerja dosen, termasuk penelitian, publikasi ilmiah, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pemutakhiran data sarana dan prasarana pendukung kegiatan akademik. Integrasi data ke sistem informasi akreditasi yang dikelola oleh LPM dan LPPM UM Metro. Selain membahas aspek teknis, rapat juga menekankan pentingnya budaya kerja kolaboratif antar-dosen agar penyusunan dokumen akreditasi berjalan efektif. Setiap dosen diminta berperan aktif dalam penyediaan data dan pelaporan aktivitas akademik. Di akhir kegiatan, tim menyepakati pembentukan Tim Inti Re-Akreditasi yang akan bertanggung jawab terhadap pengumpulan data, validasi bukti dukung, serta penyusunan dokumen utama dan pendukung. Rapat juga menghasilkan jadwal monitoring dan evaluasi bulanan guna memastikan seluruh target dapat dicapai sesuai timeline. Dengan semangat kerja sama dan tekad untuk memberikan yang terbaik, Prodi S1 Manajemen FEB UM Metro berkomitmen mencapai hasil Akreditasi Unggul pada tahun 2026 mendatang.

IHSG Turun 2 Persen sejak Awal Januari 2025
13
Januari 2025
IHSG Turun 2 Persen sejak Awal Januari 2025
Januari 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan sekitar 2 persen sejak hari pertama perdagangan di 2025. Pada awal Januari posisi IHSG berada di kisaran 7.164, namun pada Senin (13/1/2025) menutup di level 7.016.  Penurunan ini terutama disebabkan oleh keluarnya modal asing dari pasar reguler Indonesia dengan nilai bersih lebih dari Rp 1 triliun selama periode tersebut.  Menurut analis pasar modal Hendra Wardana dari Stocknow.id, pelemahan ini terjadi karena minimnya sentimen positif domestik serta dampak eksternal, terutama sikap The Federal Reserve (The Fed) yang menyatakan bahwa suku bunga tidak akan diturunkan bulan ini.  Meski demikian, terdapat sinyal optimisme bahwa kondisi ini tidak akan berlangsung lama karena beberapa faktor pendukung di pasar modal. Pertama, sejumlah emiten baru tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT). Total emiten baru sejak awal tahun mencapai delapan dengan dana yang dihimpun sekitar Rp 3,6 triliun.  Kedua, analis dari PT Indo Premier Securities, David Kurniawan, menyebut bahwa aksi penjualan efek oleh investor asing mulai melandai pada minggu kedua awal tahun 2025 sesuai pola musiman bahwa IHSG cenderung bergerak positif di bulan Januari.  Di antara katalis yang menjadi perhatian adalah pembagian dividen oleh emiten perbankan yang bisa menarik investor asing kembali ke pasar saham Indonesia. Namun David juga mengingatkan bahwa pertemuan rutin Federal Open Market Committee (FOMC) akan menjadi sorotan investor karena setiap keputusan akan memengaruhi pasar keuangan global, nilai tukar dolar, dan strategi investasi.  Source: https://www.kompas.id/artikel/ihsg-turun-2-persen-sejak-awal-januari-2025

PBB: Januari 2025 Cetak Rekor! Jadi Bulan Januari Terpanas yang Tercatat
31
Januari 2025
PBB: Januari 2025 Cetak Rekor! Jadi Bulan Januari Terpanas yang Tercatat
Januari 2025

Januari 2025 mencetak rekor! Januari 2025 menjadi bulan Januari terpanas selama periode pra-industri hingga 1991-2020. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengutip data yang diolah oleh mitra Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Layanan Iklim Copernicus menyatakan suhu Januari 2025 mencapai 13,23°C, demikian dilansir dari situs Copernicus dan PBB pada Kamis (6/2/2025) lalu, dikutip dan ditulis Senin (10/2/2025). Angka itu 1,75°C di atas tingkat suhu rata-rata masa pra-industri (1850-1900). Pada 2015, masyarakat internasional sepakat untuk mencoba membatasi kenaikan suhu global rata-rata hingga 1,5°C di atas tingkat pra-industri. Bila dibandingkan dengan suhu rata-rata Januari pada masa 1991-2020, suhu Januari 2025 mencapai 0,79°C di atas rata-rata. Sementara suhu rata-rata periode 12 bulan terakhir (Februari 2024-Januari 2025) adalah 0,73°C di atas rata-rata 1991-2020, dan 1,61°C di atas perkiraan rata-rata masa pra-industri, demikian dilansir dari laman Copernicus. Data bulan Januari itu "mengejutkan" bahkan bagi para ahli perubahan iklim di Copernicus, layanan riset perubahan iklim Eropa, yang mencatat bahwa bulan ini adalah bulan ke-18 dalam 19 bulan terakhir di mana suhu udara permukaan rata-rata global lebih dari 1,5°C di atas tingkat pra-industri. "Januari 2025 adalah bulan mengejutkan lainnya, melanjutkan rekor suhu yang diamati selama dua tahun terakhir, meskipun ada perkembangan kondisi La Niña di Pasifik tropis dan efek pendinginan sementaranya pada suhu global," kata Pimpinan Strategis Copernicus untuk Iklim, Samantha Burgess. Kenaikan suhu global terutama disebabkan oleh manusia yang membakar bahan bakar fosil yang telah menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer mencapai rekor. Faktor-faktor lain juga menjadi kunci, termasuk penggundulan hutan. Variasi Cuaca di Berbagai Wilayah Cuaca yang Lebih Basah Bagi banyak orang di belahan bumi utara, Januari 2025 akan diingat oleh "kondisi yang lebih basah dari rata-rata" di Eropa barat, serta beberapa bagian Italia, Skandinavia, dan negara-negara Baltik, yang menyoroti "curah hujan lebat" dan banjir di beberapa wilayah. Di luar Eropa, kondisi lebih basah dari rata-rata di Alaska, Kanada, Rusia bagian tengah dan timur, Australia bagian timur, Afrika bagian tenggara, dan Brasil bagian selatan, dengan beberapa wilayah mengalami banjir dan kerusakan terkait. Daerah dengan Cuaca Lebih Kering Di sisi lain, kondisi yang lebih kering dari rata-rata tercatat di Inggris bagian utara dan Irlandia, Spanyol bagian timur, dan utara Laut Hitam. Namun, kondisi yang lebih kering dari rata-rata terjadi di Amerika Serikat bagian barat daya dan Meksiko bagian utara, Afrika bagian utara, Timur Tengah, di seluruh Asia Tengah dan di China bagian timur serta di sebagian besar Afrika bagian selatan, Amerika Selatan bagian selatan, dan Australia. Source: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7772106/pbb-januari-2025-cetak-rekor-jadi-bulan-januari-terpanas-yang-tercatat

BI: Neraca Pembayaran Indonesia pada Triwulan I 2025 Tetap Terjaga
22
Mei 2025
BI: Neraca Pembayaran Indonesia pada Triwulan I 2025 Tetap Terjaga
Mei 2025

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I 2025 berada dalam kondisi yang tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi global. Cadangan devisa tercatat sebesar 157,1 miliar dolar AS pada akhir Maret 2025, setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional. Defisit transaksi berjalan tercatat hanya 0,2 miliar dolar AS atau sekitar 0,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan defisit triwulan sebelumnya yang mencapai 1,1 miliar dolar AS. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang, terutama dari sektor nonmigas. Meski ekspor nonmigas menurun akibat perlambatan global dan harga komoditas yang melemah, penurunan impor nonmigas yang cukup dalam turut menahan pelebaran defisit. Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat karena menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara, dan defisit neraca pendapatan primer juga naik akibat pembayaran imbal hasil investasi portofolio. Pada sisi transaksi modal dan finansial, tercatat defisit sekitar 0,3 miliar dolar AS, namun investasi langsung tetap mencatat surplus berkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. BI menegaskan bahwa kinerja neraca pembayaran selama 2025 diperkirakan akan tetap sehat, dengan defisit transaksi berjalan yang terjaga pada kisaran 0,5 hingga 1,3 persen dari PDB. Bank sentral juga menyatakan akan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi nasional. Source: https://www.antaranews.com/berita/4850601/bi-neraca-pembayaran-indonesia-pada-triwulan-i-2025-tetap-terjaga