Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Iringmulyo
CONTACT
(0725) 42445-42
Jadwal Sholat Kota Metro
Memuat...
PENMARU
Manajemen
Kabar Terbaru

Berita

Saham LABA Naik 18 Persen usai Keluar Papan Pemantauan Khusus
11
September 2024
Saham LABA Naik 18 Persen usai Keluar Papan Pemantauan Khusus
September 2024

Saham PT Green Power Group Tbk (LABA) langsung naik tajam di awal perdagangan Rabu (11/9/2024) usai keluar dari papan pemantauan khusus (PPK) per hari ini. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.35 WIB, saham LABA melesat 18,42 persen ke level Rp670 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp46,51 miliar dan volume perdagangan 75,37 juta saham. Saham LABA sempat turun hingga auto rejection bawah (ARB) 10 persen untuk papan pemantauan khusus selama tiga hari beruntun, menyusul kenaikan hingga auto rejection atas (ARA) untuk PPK 10 persen sejak 2-5 September 2024. Saham LABA sendiri baru keluar dari suspensi bursa selama 23-30 Agustus lalu usai mengalami lonjakan harga yang signifikan. Investor memburu saham LABA sejak Mei 2024 di tengah kabar akuisisi PT Nev Stored Energy (NSE) terhadap perusahaan, yang membuat harga saham perseroan melambung 1.230 persen. Tak pelak lagi, saham LABA menjadi salah satu top gainers di tahun ini bersama PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang melesat 2.648 persen, dan PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) yang meroket 8.420 persen. Menurut pengumuman bursa, pada Selasa (10/9), LABA keluar dari papan pemantauan khusus per Rabu (11/9), usai dikenakan notasi 10 akibat penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek selama lebih dari 1 hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. Tender Wajib PT Nev Stored Energy (NSE) resmi menggelar penawaran tender wajib atau tender offer untuk membeli saham publik di PT Green Power Group Tbk (LABA). Aksi korporasi ini dilakukan setelah NSE menjadi pengendali baru LABA menyusul akuisisi 50,75 persen. Dalam prospektus, NSE akan membeli 303,40 juta saham publik LABA. Jumlah ini setara 27,50 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp121 per saham, yang jauh berada di bawah harga pasar LABA seiring lonjakan harga yang signifikan selama 2024. Namun, seperti dijelaskan dalam keterbukaan informasi perusahaan, harga penawaran tender wajib tersebut lebih tinggi dari Rp120,64, yang merupakan harga rata-rata dari harga tertinggi harian saham yang diperdagangkan di BEI dari tanggal 2 April 2024 hingga tanggal 30 Juni 2024, yaitu 90 hari sebelum Pengumuman Pengambilalihan. Sebagai catatan, Saham LABA tidak diperdagangkan di BEI pada periode tanggal 8 Mei 2024, 14 - 17 Mei 2024, 20 - 22 Mei 2024 dan 27-30 Mei 2024 karena perdagangan Saham Perseroan diberhentikan sementara (suspensi) oleh BEI pada tanggal-tanggal tersebut. Sesuai dengan Penjelasan Pasal 17 huruf (a) angka (1) POJK No. 9/2018, dalam hal pada hari perdagangan bursa tidak terdapat perdagangan saham dimaksud, hari perdagangan bursa tersebut tidak dimasukkan ke dalam perhitungan harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari sebelum pengumuman pengambilalihan. Oleh karena itu, kata manajemen, mengingat tidak adanya perdagangan Saham pada periode tanggal 8 Mei 2024, 14 - 17 Mei 2024, 20 - 22 Mei 2024 dan 27-30 Mei 2024, tanggal-tanggal tersebut tidak diperhitungkan dalam menentukan rata-rata harga tertinggi harian Saham yang diperdagangkan di BEI selama 90 hari sebelum tanggal Pengumuman Pengambilalihan. "Sehingga total harga pembelian apabila seluruh saham publik dibeli oleh pengendali baru adalah sebesar Rp36,71 miliar," kata manajemen, Kamis (5/9). Tender offer ini dikecualikan terhadap saham yang dimiliki oleh PT Longping Investasi Indonesia (LII) yang berjumlah 240 juta atau setara 21,75 persen. Hal tersebut karena LII memenuhi kualifikasi sebagai Pemegang Saham Utama sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 9/2018. Periode tender offer saham publik LABA berlangsung pada 5 September 2024 sampai 4 Oktober 2024. Penawaran harga tender yang berada di bawah harga pasar saat ini bisa dianggap kurang menguntungkan bagi pemegang saham yang ingin menjual sahamnya, dan juga dapat memiliki dampak negatif pada persepsi pasar terhadap saham tersebut. Namun, memang, hal tersebut tidak selalu berarti buruk bagi semua pihak. Dalam situasi tertentu, tender offer dengan harga di bawah harga pasar bisa menjadi strategi yang bisa diwajarkan, misalnya saat penawar yakin harga saham di pasar sudah terlalu tinggi atau mereka memiliki tujuan strategis jangka panjang yang berbeda--atau seperti dijelaskan di muka--sudah sesuai dengan aturan regulator. Source: https://www.indopremier.com/ipotnews/newsDetail.php?group_news=RESEARCHNEWS&halaman=1&jdl=Saham_LABA_Naik_18_Persen_usai_Keluar_Papan_Pemantauan_Khusus&name=&news_date=&news_id=451799&q=,&search=y_general&taging_subtype=PG002&utm_source

BEI: Catatan Pasar Modal Awal September Termasuk Rekor IHSG dan Kapitalisasi Pasar
09
September 2024
BEI: Catatan Pasar Modal Awal September Termasuk Rekor IHSG dan Kapitalisasi Pasar
September 2024

09 September 2024, Kantor pusat Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Kapitalisasi pasar Bursa juga mengalami peningkatan sebesar 0,78% menjadi Rp13.217 triliun Bursa Efek Indonesia/BEI menyampaikan dalam laman keterangan media bernomor PR No: 058/BEI.SPR/09-2024, mengawali September 2024, pasar modal Indonesia menutup pekan lalu dengan kembali mencetak rekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar saham pada Jumat (6/9/2024). IHSG menyentuh level tertingginya pada level 7.721,846 dari rekor sebelumnya di level 7.694,530 pada Selasa (2/9/2024). BEI menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar turut mencetak rekor tertinggi Rp13.217 triliun mengalahkan rekor sebelumnya sebesar Rp13.127 triliun pada Selasa (2/9/2024). Sementara itu pada pekan ini dalam periode 2 sampai 6 September 2024, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa dengan peningkatan sebesar 13,27% menjadi 21,98 miliar lembar saham, dari 19,40 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar Bursa juga mengalami peningkatan sebesar 0,78% menjadi Rp13.217 triliun dari Rp13.114 triliun pada pekan lalu. Kemudian, peningkatan turut dialami oleh IHSG dengan peningkatan sebesar 0,67% menjadi berada pada level 7.721,846 dari 7.670,733 pada pekan lalu. Promo Terbaru di Bareksa Yield SBN Terendah di 2025, Cuan Reksa Dana Avrist Emerald Stable Fund Capai 9,96% Setahun Reksa Dana 20 Oktober 2025 Selamat! Ini Pemenang Promo Bareksa Saham September Berhadiah RDN hingga Rp250 Ribu Promo 17 Oktober 2025 Lebih lanjut BEI mencatat bahwa perubahan terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa selama sepekan sebesar 6,44% menjadi sebanyak 1,12 juta kali transaksi, dari 1,2 juta kali transaksi sepekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian bursa turut mengalami perubahan sebesar 70,18% menjadi Rp10,69 triliun dari Rp35,86 triliun pada pekan sebelumnya. Pergerakan investor asing pada Jumat, mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,03 triliun dan sepanjang tahun 2024 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp30,99 triliun. Emisi Obligasi dan Sukuk Selain itu, pada pekan lalu terdapat 1 pencatatan obligasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Kamis (5/9/2024), Obligasi Berkelanjutan I Oto Multiartha Tahap II Tahun 2024 yang diterbitkan oleh PT Oto Multiartha mulai dicatatkan dengan jumlah pokok Rp700 miliar. Hasil pemeringkatan atas obligasi tersebut dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAAA (Triple A) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat. Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2024 adalah 105 emisi dari 63 emiten senilai Rp87,19 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 586 emisi dengan outstanding sebesar Rp459,66 triliun dan US$60,12 juta, yang diterbitkan oleh 132 emiten. Di sisi lain Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nilai nominal Rp6.182,86 triliun dan US$502,10 juta. Selain itu, di BEI telah tercatat sebanyak 9 emisi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nilai Rp2,93 triliun. Perdagangan Carbon Sementara itu mengenai perdagangan karbon, BEI menyebutkan bahwa perdagangan karbon periode Agustus 2024, IDXCarbon mencatatkan perdagangan karbon sebanyak 176 ton CO2 ekuivalen (tCO2e) senilai Rp10.738.000. Jumlah pengguna jasa telah bertumbuh menjadi total 75 pengguna jasa. Terdapat 3 produk Sertifikat Pengurangan Emisi - Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang terdaftar di IDXCarbon yaitu Proyek Lahendong Unit 5 & Unit 6 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Pembangunan Pembangkit Listrik Baru Berbahan Bakar Gas Bumi PLTGU Blok 3 PJB Muara Karang, dan Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air Minihidro PLTM Gunung Wugul. Source: https://www.bareksa.com/berita/saham/2024-09-09/bei-catatan-pasar-modal-awal-september-termasuk-rekor-ihsg-dan-kapitalisasi-pasar?utm_source

SELAMAT DAN SUKSES KEPADA MAHASISWA TERBAIK YUDISIUM III PRODI S1 MANAJEMEN FEB UM METRO TAHUN 2025
16
Oktober 2025
SELAMAT DAN SUKSES KEPADA MAHASISWA TERBAIK YUDISIUM III PRODI S1 MANAJEMEN FEB UM METRO TAHUN 2025
Oktober 2025

Selamat & Sukses kepada peserta Yudisium Periode 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Tahun 2025 Selamat kepada mahasiswa terbaik Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Tahun 2025  Terbaik 1: Tri Wahyuni (IPK 3,90)  Terbaik 2: Feby Pratiwi Handayani (IPK 3,90)  Terbaik 3: Septi Mega Utami (IPK 3,87)  Prestasi kalian adalah bukti nyata bahwa kerja keras, tekad, dan semangat pantang menyerah akan berbuah manis. Semoga kesuksesan ini menjadi awal dari langkah gemilang menuju masa depan yang lebih cerah!

YUDISIUM III FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO TAHUN 2025: 91 MAHASISWA PRODI MANAJEMEN RESMI MENYANDANG GELAR SARJANA MANAJEMEN
15
Oktober 2025
YUDISIUM III FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO TAHUN 2025: 91 MAHASISWA PRODI MANAJEMEN RESMI MENYANDANG GELAR SARJANA MANAJEMEN
Oktober 2025

Metro, 15 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro kembali menggelar Yudisium ke-III Tahun 2025, yang berlangsung dengan khidmat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi para mahasiswa yang secara resmi dinyatakan lulus dan menyandang gelar Sarjana mANAJEMEN (S.M.). Pada yudisium kali ini, tercatat sebanyak 91 mahasiswa berasal dari Program Studi S1 Manajemen, bersama mahasiswa dari Prodi S1 Akuntansi dan Program Diploma. Kegiatan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta staf akademik FEB UM Metro. Yudisium kali ini juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa terbaik dari masing-masing program studi. Dari Prodi S1 Manajemen, mahasiswa terbaik diraih oleh Tri Wahyuni dengan IPK 3,90, diikuti oleh Feby Pratiwi Handayani (IPK 3,90) dan Septi Mega Utami (IPK 3,87). Kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan rasa haru. Para peserta yudisium tampak antusias mengikuti prosesi serta sesi foto bersama sebagai kenangan atas perjuangan selama menempuh pendidikan. Selamat kepada seluruh peserta Yudisium III FEB UM Metro Tahun 2025, semoga ilmu yang telah diperoleh dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal berharga di dunia kerja maupun kehidupan masyarakat.

PRODI S1 MANAJEMEN FEB UM METRO GELAR KOORDINASI RENCANA PENGAJUAN BERKAS RE-AKREDITASI MENUJU PENINGKATAN KUALITAS PRODI
07
Oktober 2025
PRODI S1 MANAJEMEN FEB UM METRO GELAR KOORDINASI RENCANA PENGAJUAN BERKAS RE-AKREDITASI MENUJU PENINGKATAN KUALITAS PRODI
Oktober 2025

Manajemen UM Metro, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro menggelar rapat koordinasi persiapan pengajuan berkas Re-Akreditasi Program Studi, bertempat di Ruang Rapat Prodi Manajemen, Selasa 7 oktober 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi S1 Manajemen, Nani Septiana, SE., MM., serta dihadiri oleh Wakil Dekan I FEB UM Metro, Dharmawan, MM., Personil Penjamin Mutu Fakultas LPM UM Metro, Selamet Fuadi, SE., MM., seluruh dosen, dan tim akreditasi Prodi S1 Manajemen. Dalam arahannya, Nani Septiana menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan langkah awal dalam memantapkan persiapan penyusunan berkas Re-Akreditasi yang akan diajukan dalam waktu dekat. “Kami berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan penyusunan dokumen secara komprehensif agar hasil akreditasi nanti dapat mencerminkan kualitas terbaik dari Prodi S1 Manajemen FEB UM Metro,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UM Metro, Dharmawan, MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara tim akreditasi, dosen, dan penjaminan mutu fakultas dalam memastikan seluruh dokumen tersusun sesuai dengan standar BAN-PT dan sistem penjaminan mutu internal universitas. “Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi cerminan dari mutu akademik dan tata kelola yang berorientasi pada peningkatan berkelanjutan,” ungkapnya. Hal senada disampaikan oleh Selamet Fuadi, SE., MM., selaku Personil Penjamin Mutu Fakultas, yang menekankan pentingnya konsistensi dan validitas data dalam setiap borang yang disiapkan. Ia juga mengajak seluruh tim untuk terus berkoordinasi agar proses pengajuan berjalan efektif dan efisien. Koordinasi ini menghasilkan beberapa kesepakatan strategis terkait pembagian tugas tim akreditasi, pembaruan data pendukung, serta penetapan jadwal kerja menuju finalisasi berkas Re-Akreditasi. Dengan target peningkatan nilai akreditasi, Prodi S1 Manajemen FEB UM Metro bertekad mewujudkan standar mutu pendidikan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen FEB UM Metro dalam mendukung visi universitas untuk menjadi “Pusat Keunggulan Profetik Profesional,  Modern dan Mencerahkan”.